085-640-664-997

Phone - SMS - Whatsapp

"Belajar Renang Menjadi Lebih Cepat, Mudah & Menyenangkan"

Belajar Renang Untuk Pemula

 

Bagi orang awam (baca: yang benar-benar tidak bisa berenang) yang belum pernah sama sekali berenang pasti ketika mencoba berlatih untuk pertama kali akan bilang kalo renang itu “susah”. Kata itu sering saya dengar dari sodara-sodara, adik-adik yang pertama kali ikut program latihan yang saya berikan.
 
Berenang tidaklah sulit. Ingat, tidak sulit. Tekankan kata itu di dalam hati dan yakin kalo anda juga mampu berenang dengan baik seperti yang lainnya. Itu langkah awal sebelum anda masuk ke dalam air dan mulai berlatih. Keyakinan akan kemampuan diri untuk bisa berthasil adalah tahap awal untuk berlatih renang.
 
Belajar renang untuk orang awam dalam program latihan saya akan dimulai dengan latihan dasar yaitu Pengenalan Air. Pengenalan air adalah suatu metode yang berisi gabungan tehnik dasar seperti menahan nafas, menyelam, mengapung, meluncur dan lain sebagainya yang ditujukan untuk proses adaptasi tubuh terhadap air di kolam renang.
 
Proses adaptasi tubuh dengan air ini sangat perlu sekali dilakukan dan dilatih. Mengapa demikian? Karena seorang perenang harus mampu mengontrol diri dan pikirannya untuk bersikap tenang (tidak panik) ketika dia berada di dalam air. Sehingga ketika dia sudah mampu bersikap tenang dan mampu mengontrol tubuh dan pikirannya maka akan dengan sangat mudah menerima bentuk tehnik latihan gerakan yang lebih kompleks.
 
Contoh bentuk-bentuk latihan pengenalan air yang dapat anda lakukan:
 
1.    Berjalan-jalan dan berlari mengelilingi kolam di dalam air
Latihan ini sangat mudah sekali dilakukan, anda cukup berjalan perlahan di dalam air mengelilingi kolam. Jika anda takut anda coba terlebih dahulu di tepi kolam sambil berpegangan. Jika sudah nyaman tingkatkan ke latihan berlari. Target dari latihan ini adalah merasakan adanya tekanan air pada tubuh kita. Rasakan tekanan itu. Dan jika ada sudah berhasil merasakannya maka anda tidak akan terjatuh saat berjalan dan berlari di dalam air.
 
Catatan: lalukan latihan ini di kolam yang dangkal. Jika anda punya phobia dengan airt dan kedalaman anda wajib bersama pendamping yang berpengalaman.
 
2.    Menyelam dan menahan nafas
Lakukan latihan ini di tepi kolam. Ambil nafas dalam kemudian masuk ke dalam air. Tahan selama 5 hitungan. Lakukan 10x pengulangan. Jika sudah bisa tingkatkan menjadi 10 hitungan lakukan selama 10x. Tujuan latihan ini adalah untuk merasakan tekanan air yang diterima oleh tubuh. Kemudian melatih otak dan syaraf kita untuk mengontrol apa yang kita lakukan (menahan nafas). Bersikap tenang dengan membuka mata ketika kita berada di dalam air adalah kunci dari latihan ini. 
 
3.    Mengapung tengkurap dan terlentang
Lakukan latihan ini di tepi kolam. Ambil nafas dalam kemudian masuk ke dalam air, tangan berpegangan di sisi kolam. Kaki mengambang di permukaan posisi badan telungkup/ tengkurap.Tahan selama 5 hitungan. Lakukan 10x pengulangan. Jika sudah bisa tingkatkan menjadi 10 hitungan lakukan selama 10x. Tujuan latihan ini adalah untuk merasakan gaya tekan ke atas dari air yang diterima oleh tubuh yang membuat tubuh kita dapat mengapung secara tengkurap. Kemudian melatih otak dan syaraf kita untuk mengontrol apa yang kita lakukan (mengapung tengkurap). Bersikap tenang dengan membuka mata ketika kita berada di dalam air adalah kunci dari latihan ini. 
 
Untuk berlatih mengapung terlentang hendaknya bersama dengan pelatih atau pendampung. Tujuannya untuk menjaga posisi kepala anda tetap di permukaan air ketika mengapung. Karena jika sendirian dan anda masih belum bisa mengontrol diri bisa jadi kepala anda akan tenggelam dan air masuk ke dalam hidung. Akan terasa sakit. Ini sering terjadi. Karena itu harus ada pendamping yang menahan kepala anda sehingga tetap berada di atas.
 
4.    Berlatih pernafasan
Untuk mnghirup udara saat bernafas kita hanya menggunakan mulut saja, kemudian untuk menghembuskan nafas dapat menggunakan mulut dan hidung.
Berdiri di tepian kolam menghadap kelura sambil berpegangan di sisi kolam. Konsentrasi, ambil nafas menggunakan mulut dan masuk ke dalam air. Hembuskan udara di dalam air secara perlahan menggunakan mulut dan hidung secara perlahan. Lakukan selama 10x. jika sudah bisa dan terbiasa percepat frekuensi ambil nafas dan menghembuskan.
 
Latihan iini penting sekali dikuasai dengan baik. Karena setiap perenang akan menggunakan tehnik bernafas yang demikian. Tujuannya adalah agar kita tetap bisa bernafas secara normal seperti saat kita berada di darat. Tubuh kita perlu suplai oksigen. Jika suplai oksigen ini kurang maka akan timbul masalah dengan kerja organ dan otak kita. Biasanya akan terjadi pusing dan mudah lelah. Jika suplai oksigen kita berjalan dengan baik maka tubuh tidak mudah lelah saat berenang.
 
5.    Mengkombinasikan antara mengapung tengkurap dan pernafasan
Gerakan ini sudah masuk dalam rangkaian gerak kombinasi. Jangan lakukan gerakan ini jika anda belum mengusai gerakan dasarnya dengan benar. Dan bersikap tenang untuk mempelajarinya.
Ambil nafas menggunakan mulut dan kemudian mengapung tengkurap di tepi kolam sambil berpegangan di dinding kolam. Hembuskan nafas perlahan-lahan, posisi tubuh tetap mengapung tengkurap. Jika udara dalam paru-paru habis segera ambil nafas kembali dengan mendongakkan kepala keluar dari air, posisi tubuh tetap mengapung. Lakukan pengulangan  gerakan ini selama 10x atau lebih sampai anda benar2 menguasainya.
 
6.    Meluncur di permukaan air
Karena ini sudah masuk dlam rangkaian gerak maka saya ingatkan sekali lagi anda harus sudah mampu melakukan dan mengusai latihan dasar yang saya berikan di atas.
Berdiri di tepi kolam merapat ke dinding dan menghadap ke dalam. Kedua tangan disatukan dan lurus ke depan menempel ke permukaan air. Satu kaki menahan tubuh dengan berpijak di dasar kolam sedangkan kaki lainnya bertumpu di dinding kolam.
 
Konsentrasi dan ambil nafas. Masukkan kepala ke dalam kolam sejajar dengan kedua tangan. Pindahkan kaki yang berpijak di dasar bergabung dengan kaki yang bertumpu di dindingg kolam. Tolakkan kedua kaki dengan kekuatan sedang. Rasakan badan nyang meluncur di permukaan kolam. Jangan berdiri ketika tubuh masih meluncur. Berhentilah dan berdiri ketika luncuran badan sudah terasa berhenti. Lakukan berulang kali. Tingkatkan kekuatan tolakan. Sehingga tubuh akan meluncur lebih jauh lagi.

Oke teman-teman…Selamat berlatih ya…

Perlengkapan Renang

 
Berenang secara alami tidak membutuhkan perlengkapan atau pakaian khusus. Manusia dapat berenang tanpa perlengkapan apapun dalam kondisi apapun. Berenang yang ditujukan untuk rekreasi dan olahraga terkadang membutuhkan pakaian dan perlengkapan khusus untuk membantu memudahkan bergerak di air.

Pakaian yang digunakan untuk berenang dirancang untuk memudahkan manusia bergerak di air. Pakaian renang biasanya terbuat dari bahan karet elastis yang mengikuti bentuk tubuh untuk menghindari masuknya udara ke dalam pakaian. Pakaian renang juga dirancang untuk mempercepat pergerakan manusia di air, rancangan seperti ini ditujukan bagi kegiatan berenang untuk kompetisi.

Selain pakaian yang dirancang khusus, perlenkapan lainnya yang sebaiknya harus ada adalah  kacamata renang. Kacamata renang ditujukan untuk melindungi mata dari air sehingga perenang dapat melihat kondisi di dalam air tanpa mengakibatkan rasa perih atau iritasi.

Perlengkapan berikutnya adalah papan pelampung. Papan pelampung ini digunakan sebagai alat bantu untuk mengapung di permukaan air saat kita melatih gerakan kaki. 

Berikutnya adalah pull boy. Alat yang satu ini adalah alat bantu untuk membuat kaki kita tetap diam menapung saat kita hanya melatih gerakan tangan.

Untuk alat-alat lainnya seperti kaki katak, hand paddle, penutup kepala dan lain sebagainya sifatnya adalah tidak wajib. Sesuai dengan kebutuhan kita. Jika kita bertujuan untuk renang prestasi maka semua perlengkapan tersebut wajib kita penuhi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menguasai tehnik gerak dan meningkatkan kualitas latihan.
Oke guys…Happy swim ya…

Perkembangan Olahraga Renang

 

Image and video hosting by TinyPic
Renang sudah dikenal sejak jaman prasejarah. Kegiatan berenang digunakan untuk kegiatan berburu ikan di laut atau sungai. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya gambar-gambar di “goa perenang” yang lokasinya berdekatan dengan Wadi Sora, di Gilf Gebir, barat daya Mesir. 

Olahraga renang untuk pertama kali diperlombakan di daratan Eropa tahun 1800. Pada perlombaan ini sebagian besar menggunakan gaya dada (Breast Stroke). Di abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata. 
Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Kemudian di tahun 1908 dibentuklah Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA). 
Olahraga renang terus mengalami perubahan serta perkembangan dari waktu ke waktu. Mulai dari perkembangan fungsi, manfaat dan tujuan olahraga renang, peraturan kejuaraan, hingga perkembangan tehnik berenang. Perkembangan tehnik bertujuan untuk menciptakan suatu rangkaian gerak yang efektif dan efisien ketika berenang, sehingga seorang perenang dapat berenang dengan cepat di dalam air. 
Di era modern sekarang ini berenang tidak hanya dijukan untuk keperluan berburu semata. Dalam perkembangannya olahraga renang saat ini ditujukan untuk kesehatan, prestasi, rekreasi dan masih banyak lagi tujuan lainnya. Coba kita perhatikan disekeliling kita. Saat ini usdah banyak wahana permainan air yang tentunya menarik untuk dikunjungi. Dari hal tersebut kita dapat melihat bahwa berenang dapat menjadi sarana untuk berekreasi melepaskan diri dari rutinitas yang menjenuhkan. Itu hanya satu contoh saja. Masih banyak contoh lainnya yang dapat kita lihat di sekitar kita.
Join Our Newsletter